UMK Banyuwangi 2023 Naik Jadi Rp. 2.528.899, Disnakertrans: Senin Depan Kita Sosialisasi


Kabargadget, BANYUWANGI – UMK Banyuwangi tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp2.528.899,- nilai tersebut naik 8,59 persen dibandingkan UMK tahun sebelumnya sebesar Rp2.328.899.

Nilai yang ditetapkan juga lebih tinggi dari usulan pemerintah kabupaten.

Pemkab sebelumnya mengusulkan kenaikan UMK Banyuwangi 2023 sebesar 7,26 persen atau menjadi Rp 2.506.268.

Kepala Seksi Pembinaan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian (Disnakertrans) Banyuwangi, Muhammad Rusdi mengatakan, UMK Banyuwangi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun belakangan ini.

Secara nominal, UMK tahun ini mengalami kenaikan sebesar Rp200.000.

“Beberapa tahun sebelumnya kenaikannya sekitar puluhan ribu rupiah,” ujarnya.

Kenaikan UMK, kata Rusdi, mengacu pada rumusan Permenaker 18/2022.

Setelah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur, Disnakertrans Banyuwangi akan mensosialisasikan kebijakan kenaikan UMK ke perusahaan di kabupaten tersebut.

“Rencananya Senin depan (12/12/2022) akan kami sosialisasikan,” lanjut Rusdi.

Pihaknya akan mendorong dan mengawasi pelaksanaan pelaksanaan UMK di Banyuwangi.

“Perusahaan memang wajib menerapkannya. Terutama perusahaan yang dianggap mampu membayar karyawannya dengan baik,” ujarnya.

Terkait hal itu, kata Rusdi, ada pengawas dari Pemprov Jatim untuk mendata perusahaan yang dianggap layak menerapkan UMK pada pegawainya.

Kabargadget mencatat, kenaikan UMK Banyuwangi tahun ini merupakan yang tertinggi sejak merebaknya pandemi Covid-19.

Pada tahun 2021, tidak akan ada kenaikan upah minimum. UMK tahun itu sama dengan tahun 2020 yaitu Rp 2.314.278.

Sedangkan pada 2022, UMK Banyuwangi hanya meningkat 0,63 persen atau sekitar Rp14.620 menjadi Rp2.314.278.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *