Rupiah ditutup melemah, tertekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed


Dolar AS menguat karena ekspektasi pasar bahwa Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan baru-baru ini setelah rilis data aktivitas industri sektor jasa AS.

Jakarta (Kabargadget) – Nilai tukar rupiah (kurs) yang diperdagangkan antarbank di Jakarta pada Rabu sore melemah di tengah ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga acuan yang lebih besar oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed). .

Rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp. 15.637 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp. 15.618 per dolar AS.

“Dolar AS menguat di tengah ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan belakangan ini setelah rilis data aktivitas industri sektor jasa AS,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Indeks sektor jasa AS yang dilaporkan oleh Institute for Supply Management menunjukkan peningkatan menjadi 56,5 bulan lalu dari 54,4 di bulan Oktober.

Baca juga: Rupiah melemah tipis 14 poin pada Rabu pagi

Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor jasa yang menyumbang lebih dari dua pertiga kegiatan ekonomi AS masih solid menghadapi kenaikan suku bunga.

Hasil survei tersebut diikuti oleh laporan optimis lainnya seperti pertumbuhan jumlah tenaga kerja dan pertumbuhan upah yang lebih baik dari perkiraan yang dirilis minggu lalu dan belanja konsumen juga melonjak di bulan Oktober.

Data ekonomi AS yang kuat minggu ini menunjukkan bahwa tekanan ke atas pada inflasi kemungkinan akan bertahan dalam waktu dekat, sebuah isu yang dapat mengundang lebih banyak tindakan. hawkish oleh Federal Reserve.

The Fed, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin minggu depan, telah memperingatkan bahwa suku bunga dapat mencapai puncaknya pada tingkat yang jauh lebih tinggi jika inflasi terus meningkat.

Baca juga: Dolar naik tipis, prospek pertumbuhan makin gelap menggerogoti sentimen

Di sisi lain, kekhawatiran pasar atas kebijakan nol COVID China mereda setelah langkah baru Beijing di mana ada beberapa pengumuman yang mengindikasikan lebih banyak pelonggaran di ekonomi terbesar kedua dunia itu.

Pada pagi hari, rupiah dibuka melemah menjadi Rp. 15.615 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp. 15.585 per dolar AS menjadi Rp. 15.648 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah menjadi Rp. 15.619 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp. 15.576 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah berpotensi melemah hari ini, pasar mengantisipasi hasil pertemuan The Fed

Reporter: Citro Atmoko
Risbiani Fardaniah
HAK CIPTA © Kabargadget 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *