Poco X8 Pro Max Lolos Sertifikasi BIS, Baterai 9.000mAh Jadi Sorotan Utama

Poco X8 Pro Max lolos sertifikasi BIS di India dan dirumorkan membawa baterai 9.000mAh dengan fast charging 100W, rilis kian dekat.

Poco X8 Pro Max Lolos Sertifikasi BIS, Baterai 9.000mAh Jadi Sorotan Utama
Poco X8 Pro Max Lolos Sertifikasi BIS, Baterai 9.000mAh Jadi Sorotan Utama (Foto: POCO)

Pasar smartphone awal 2026 mulai dipenuhi sinyal kehadiran perangkat berdaya tahan ekstrem. Di tengah kejenuhan desain dan kamera serupa, kapasitas baterai kembali menjadi faktor pembeda. Inilah konteks yang membuat kemunculan Poco X8 Pro Max terasa relevan sekarang, terutama setelah perangkat ini terpantau lolos sertifikasi resmi di India. Bukan sekadar formalitas, kemunculan di basis data regulator sering kali menjadi tanda bahwa peluncuran tinggal menghitung waktu.

Seri X dari Poco selama ini dikenal sebagai lini yang menyeimbangkan performa dan harga. Namun generasi X8 tampaknya mengambil arah yang lebih ekstrem. Alih-alih bermain aman, Poco disebut menyiapkan perangkat dengan pendekatan berbeda, menempatkan daya tahan sebagai nilai jual utama, bukan sekadar pelengkap spesifikasi.

Sertifikasi BIS Jadi Penanda Peluncuran Kian Dekat

Keberadaan Poco X8 Pro Max di basis data Bureau of Indian Standards menjadi bukti konkret bahwa perangkat ini sudah memasuki fase akhir persiapan. Dalam dokumen tersebut, ponsel ini tercatat dengan nomor model 2602BPC18I. Sertifikasi BIS selama ini dikenal sebagai gerbang wajib sebelum sebuah perangkat resmi dipasarkan di India, salah satu pasar smartphone terbesar di dunia.

Menariknya, sebelum Pro Max terdeteksi, varian Poco X8 Pro lebih dulu muncul pada Desember lalu. Urutan kemunculan ini memberi gambaran bahwa Poco tengah menyiapkan peluncuran bertahap, bukan rilis serentak. Strategi semacam ini lazim dilakukan untuk menguji respons pasar sekaligus menjaga atensi publik tetap tinggi.

Pola Rebranding yang Konsisten

Jika menilik rekam jejak sebelumnya, Poco kerap menghadirkan perangkat hasil adaptasi dari lini Redmi untuk pasar global. Bocoran yang beredar menyebut Poco X8 series merupakan rebranding dari Redmi Turbo 5 dan variannya. Pendekatan ini memungkinkan Poco menghadirkan teknologi yang sudah matang, sekaligus menekan biaya pengembangan.

Meski demikian, rebranding bukan berarti sekadar mengganti nama. Biasanya ada penyesuaian pada kapasitas baterai, sistem pendingin, atau konfigurasi memori agar sesuai dengan preferensi pasar global. Inilah yang membuat Poco X8 Pro Max tetap menarik meskipun berbagi DNA dengan perangkat lain.

Spesifikasi Inti yang Mulai Terungkap

Sejauh ini, Poco X8 Pro Max digadang-gadang akan menjadi salah satu ponsel paling bertenaga di kelas menengah atas. Bocoran menyebutkan penggunaan chipset Dimensity generasi terbaru dengan fokus pada efisiensi daya dan performa grafis. Konfigurasi RAM hingga 16GB juga sempat terdeteksi, mengisyaratkan bahwa perangkat ini tidak sekadar ditujukan untuk penggunaan harian ringan.

Sistem operasi Android versi terbaru dengan antarmuka HyperOS generasi mutakhir menjadi bagian dari paket. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Poco ingin memastikan umur pakai panjang, bukan hanya sekadar performa instan di awal pemakaian.

Layar Besar untuk Konsumsi dan Gaming

Dari sisi visual, Poco X8 Pro Max dikabarkan mengusung layar OLED berukuran hampir 6,8 inci dengan resolusi di atas Full HD. Ukuran ini menempatkannya di segmen ponsel besar yang ideal untuk konsumsi konten, multitasking, dan bermain gim. Panel OLED juga memberi keuntungan dari sisi efisiensi daya, terutama saat menampilkan warna gelap.

Bagi pengguna yang menghabiskan waktu lama di depan layar, kombinasi layar besar dan panel OLED menjadi faktor kenyamanan yang tidak bisa diabaikan.

Baterai 9.000mAh, Fokus Utama Poco X8 Pro Max

Daya tarik terbesar Poco X8 Pro Max jelas terletak pada kapasitas baterainya. Dengan angka sekitar 9.000mAh, perangkat ini berpotensi mencatatkan rekor sebagai ponsel Poco dengan baterai terbesar sejauh ini. Angka tersebut jauh melampaui standar ponsel mainstream yang umumnya berada di kisaran 5.000mAh.

Kapasitas jumbo ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ia menjawab kebutuhan pengguna yang mengandalkan ponsel untuk aktivitas intens, mulai dari navigasi, gaming, hingga konsumsi video berjam-jam tanpa jeda. Dipadukan dengan teknologi pengisian cepat 100W, pengguna tidak harus berkompromi antara daya tahan dan waktu pengisian.

Implikasi bagi Pasar Smartphone

Kehadiran Poco X8 Pro Max memberi tekanan baru bagi kompetitor di segmen yang sama. Selama ini, banyak ponsel berperforma tinggi mengorbankan kapasitas baterai demi desain tipis. Poco justru mengambil arah sebaliknya, menempatkan daya tahan sebagai prioritas, meski konsekuensinya adalah bodi yang lebih besar.

Pendekatan ini berpotensi menarik segmen pengguna tertentu yang selama ini merasa ponsel modern terlalu cepat kehabisan daya. Di sisi lain, strategi ini juga menguji apakah pasar siap menerima perangkat dengan fokus utilitas dibanding estetika semata.

Meski sertifikasi BIS sudah terbit, detail mengenai jadwal rilis global masih belum diumumkan. Varian Pro Max juga belum muncul di beberapa lembaga sertifikasi lain, membuka kemungkinan bahwa Poco akan memprioritaskan pasar tertentu terlebih dahulu. Pola ini bukan hal baru, namun tetap menyisakan tanda tanya bagi pasar Asia Tenggara.

Jika seluruh bocoran ini terealisasi, Poco X8 Pro Max berpotensi menjadi simbol perubahan fokus industri, dari sekadar kamera dan desain ke daya tahan nyata. Di tengah gaya hidup yang semakin mobile, ponsel dengan baterai besar bukan lagi niche, melainkan kebutuhan yang mulai dicari.