Indonesia berharap Korea Selatan memperluas kesempatan kerja bagi warga negara Indonesia


Jakarta (Kabargadget) – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauzyah dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja Republik Korea, Lee Jung Sik berharap negara dapat memperluas kesempatan kerja bagi Warga Negara Indonesia (PMI).

Menurut keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Menaker Ida menyampaikan kepada Menteri Lee bahwa pembaharuan MoU penempatan PMI melalui skema Employment Permit System (EPS) dapat diselesaikan secepatnya yaitu tahun depan. seiring dengan perluasan sektor ketenagakerjaan untuk PMI di bawah EPS.

“Pihak Indonesia berharap Republik Korea dapat mengembangkan beberapa sektor kerja di bawah skema EPS dengan menambahkan sektor konstruksi, pertanian, dan jasa,” kata Menteri Tenaga Kerja Ida dalam pertemuan yang diadakan di Seoul, Korea Selatan, Jumat (2/ 12) waktu setempat.

Hal ini dalam rangka peningkatan hubungan bilateral di bidang ketenagakerjaan dan ketenagakerjaan mengingat tahun depan akan menandai 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea, serta memperingati kerjasama penempatan mekanisme kerjasama antar pemerintah atau G to G .

Baca juga: BP2MI Wujudkan Impian Irwanto yang Berusia 40 Tahun untuk Bekerja di Korea Selatan

Baca juga: RI usulkan review MoU penempatan tenaga kerja di Korea Selatan

Pengembangan sektor ketenagakerjaan juga diperlukan mengingat saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang ditandai dengan banyaknya jumlah penduduk usia produktif dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2030.

Banyak pencari kerja Indonesia ingin bekerja di luar negeri. Selain karena terbatasnya kesempatan kerja di dalam negeri, alasan lainnya adalah untuk mendapatkan pengalaman kerja dan ilmu yang tidak bisa mereka dapatkan di rumah.

Ida menyatakan, peningkatan kerjasama kedua pihak juga perlu dilakukan terkait sistem informasi pasar tenaga kerja berstandar internasional di Indonesia dalam memberikan layanan ketenagakerjaan, khususnya Job Matching.

Layanan tersebut ditujukan untuk dapat digunakan secara masif oleh masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia.

“Oleh karena itu, dalam kunjungan kerja ini juga, kami berharap dapat menggali potensi kerjasama dan kerjasama pengelolaan Pelayanan Ketenagakerjaan (PES) yang komprehensif, yang meliputi pengelolaan konselor, pengelolaan pelayanan (back office), dan pengelolaan kemitraan PES dengan para pemangku kepentingan,” ujar Ida Fauziyah.*

Baca juga: Peluang kerja PMI di Korea Selatan terbuka lebar

Baca juga: BP2MI sebut Korsel masih terima pekerja migran Indonesia

Reporter: Prisca Triferna Violleta
Erafzon Saptiyulda AS
HAK CIPTA © Kabargadget 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *