Gandeng Kemenparekraf, Program Desa Wisata Kelas Dunia Diluncurkan

Jumat, 23 September 2022 – 17:43 WIB

Perjalanan Kabargadget – Saat pandemi COVID-19 melanda dunia, sektor pariwisata mengalami kondisi yang mengharuskan penerapan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment) dan penerapan protokol kesehatan.

Data jaringan desa wisata (Jadesta) 2021 menunjukkan bahwa implementasi CHSE dan mitigasi bencana masih rendah karena kurangnya pemahaman tentang CHSE dan risiko bencana serta kurangnya kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia di Desa Wisata. Gulir untuk info lebih lanjut.

Kepala Pusat Pengurangan Risiko Bencana Universitas Indonesia (DRRC UI), Prof Fatma Lestari mengatakan, dengan jumlah desa wisata di Indonesia yang mencapai lebih dari 7000 desa, besar-besaran pendidikan CHSE dan mitigasi bencana yang dibutuhkan belum didukung oleh tersedianya pemetaan risiko desa wisata di lokasi rawan bencana.

“Berdasarkan hasil data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemetaan risiko desa wisata di lokasi rawan bencana sangat penting guna meningkatkan kompetensi SDM dan melindungi wisatawan,” kata Prof Fatma dalam keterangannya, Jumat. , 23 September 2022.

Oleh karena itu, ungkap Fatma, Universitas Indonesia melalui Hibah Dana Pendamping Kedaireka Universitas Indonesia – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dikelola DRRC UI mencanangkan Program Menciptakan Desa Wisata Kelas Dunia (DeWi) melalui pelaksanaan CHSE dan Mitigasi Bencana bagi penerima Penghargaan Desa Wisata.

“Peluncuran hibah Matching Fund Kedaireka UI-Kemenparekraf dengan judul Menciptakan Desa Wisata Kelas Dunia (DeWi) melalui Implementasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment) dan Mitigasi Bencana telah dilakukan di Situs Gunung Padang Desa Wisata, 22 September 2022,” jelasnya. .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *