Sri Mulyani: Realisasi Belanja Kesehatan Rp 202 Triliun Per Oktober


Realisasi Rp 202 triliun tersebut memberikan manfaat berupa penanganan kesehatan COVID-19 yaitu klaim pengobatan untuk 713,9 ribu pasien COVID-19 senilai Rp 45,8 triliun.

Jakarta (Kabargadget) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi belanja sektor kesehatan mencapai Rp202 triliun atau tumbuh 67,8 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp120,3 triliun.

Belanja kesehatan tahun ini melonjak sangat tinggi karena pembelian vaksin dan biaya pengobatan saat mengalami lonjakan COVID-19 setelah Natal dan Tahun Baru tahun lalu yaitu Maret lalu dan menghadapi varian Delta, ujarnya dalam konferensi pers di KiTA APBN di Jakarta, Kamis.

Rinciannya, realisasi per komponen meliputi K/L Rp148,1 triliun, non-K/L Rp9,6 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp44,2 triliun.

K/L terdiri dari Kementerian Kesehatan Rp. 140 triliun, BKKBN sebesar Rp. 2,5 triliun, BPOM Rp. 1,3 triliun, Polri Rp. 2,1 triliun, Kementerian Pertahanan Rp. 1,3 triliun, BNPB Rp. 0,8 triliun, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika sebesar Rp. 0,2 triliun.

Realisasi kinerja anggaran kesehatan yang tumbuh sebesar 67,8 persen (yoy) dipengaruhi oleh peningkatan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar 95,5 persen (yoy), yang terutama digunakan untuk menghadapi pandemi COVID-19.

Realisasi Rp202 triliun tersebut memberikan manfaat berupa penanganan kesehatan COVID-19 yaitu klaim pengobatan 713,9 ribu pasien COVID-19 senilai Rp45,8 triliun, di antaranya Rp3,5 triliun pada September dan Rp12,2 triliun pada Oktober.

Kemudian, pengadaan 121,4 juta dosis vaksin COVID-19 senilai Rp. 22,8 triliun, termasuk Rp. 6,6 triliun pada bulan September dan Rp. 1,7 triliun di bulan Oktober.

Selanjutnya, insentif bagi 1,2 juta tenaga kesehatan pusat (nakes) sebesar Rp 7,7 triliun meliputi Rp 1,2 triliun pada September dan Rp 0,9 triliun pada Oktober dan Rp 5,4 triliun untuk tenaga kesehatan daerah meliputi Rp 0,9 triliun pada September dan Rp 0,4 triliun pada Oktober.

Selain itu realisasi ini juga digunakan untuk pelayanan kesehatan lainnya berupa PBI JKN Rp. 38,4 triliun untuk 96,5 juta orang, BOK dan BOKB Rp. 8,1 triliun dan bantuan iuran JKN bagi peserta PBPU atau BP kelas IIII sebesar Rp. 1,4 triliun untuk 34,7 juta orang.

Baca juga: Bantu APBN 2022, BI Beli SBN Rp224 triliun
Baca juga: Presiden Jokowi: Masih Ada Anggaran Rp226 Triliun yang Belum Terserap
Baca juga: Sri Mulyani Dorong Fokus APBN untuk Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Wartawan: Astrid Faidlatul Habibah
Klik Dewanto
HAK CIPTA © Kabargadget 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *