Pengamat mengatakan JKN-KIS efektif dan efisien


Jakarta (Kabargadget) – Pemerhati Jaminan Kesehatan Sosial dr. Hasbullah Thabrany mengungkapkan, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) yang diamanatkan kepada BPJS Kesehatan berjalan sangat efektif dan efisien.

“Jadi kalau ada yang tanya program JKN efektif, dengan utilisasi 1,5 Milyar dan menurut data statistik JKN, yaitu 97% peserta yang pakai, pulang sehat berarti efektif. Efisien? Dengan biaya rata-rata. di bawah Rp 60 ribu per bulan untuk pelayanan sebanyak itu, tentu sangat efisien. Ini yang jarang dikenali dan jarang diketahui,” kata Hasbullah pada Diskusi Panel Outlook JKN 2022, Diseminasi Hasil Kajian BPJS Kesehatan 2021 dan Presentasi Rencana Studi BPJS Kesehatan 2022, Kamis.

Hasbullah juga menegaskan jika ada hal-hal yang masih perlu disempurnakan, Program JKN-KIS sudah ke arah yang benar. Perbaikan ini menjadi PR bersama semua pihak.

“Program JKN-KIS merupakan program publik yang dikelola oleh badan hukum publik, sehingga BPJS Kesehatan dapat terpantau bersama. Hal ini menyebabkan perjalanan 8 tahun Program JKN-KIS berjalan secara transparan, efektif dan efisien,” ujarnya. dilanjutkan.

JKN-KIS telah berjalan selama 8 tahun sejak mulai beroperasi pada 1 Januari 2014. Memasuki tahun ke-9, cakupan kepesertaan telah mencapai 226 juta orang atau sekitar 84 persen dari total penduduk di Indonesia.

Program ini juga terbukti telah berkembang menjadi program yang memiliki kontribusi besar dan mampu mengakomodir 1,5 miliar pelayanan sejak tahun 2014. Tidak hanya dari segi kesehatan, Program JKN juga telah memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan dan perekonomian khususnya dalam hal kesehatan. pencegahan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja dan peningkatan fasilitas kesehatan di berbagai daerah.

Sementara itu, Direktur Perencanaan, Pengembangan, dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan, Mahlil Ruby mengatakan, untuk menjaga keberlanjutan program ini, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keterlibatan dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Salah satunya melalui Outlook JKN 2022, kami mengajak para pemangku kepentingan untuk membahas rencana yang akan kami laksanakan pada 2022,” kata Mahlil.

Diharapkan kegiatan ini juga dapat menampung masukan, saran perbaikan terkait isu dan tantangan yang akan dihadapi sepanjang tahun 2022. Mahlil mengungkapkan, berbagai perbaikan mulai dari kualitas, akses, pemerataan dan perlindungan finansial memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

Pada kesempatan ini, BPJS Kesehatan juga memaparkan berbagai Rencana Studi BPJS Kesehatan Tahun 2022 dan Hasil Kajian BPJS Kesehatan Tahun 2021 antara lain Pengelolaan Regulasi Strategis Belanja Kesehatan Program JKN, Alternatif Sumber Pembiayaan Program JKN, Uraian Pemanfaatan Covid-19 Pelayanan Kesehatan dan Potensi Pengalihan Manfaat Covid-19 19 Program JKN, serta Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dalam Program JKN Berbasis Kapasitas Fiskal.

Hadir pada kegiatan tersebut, Plt. Ketua Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Yuli Farianti, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih, Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo, Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia, Nurul Falah, sebagai panelis .

Sedangkan sebagai penanggap hadir Pemerhati JKN Chazali H Situmorang, Ketua Apotek GP, Wakil Ketua IPMG, Sekjen Lab Kesehatan, Ketua YLKI, Ketua Umum APINDO, Ketua Umum FP JAMSOS, dan BPJS Watch.

Reporter: PR Wire
Kawat PR
HAK CIPTA © Kabargadget 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *