Mengenal Teknologi Pengenalan Wajah, Banyak Digunakan dalam Sistem Keamanan

AKURAT.CO Saat ini, teknologi Face Recognition (FR) atau pengenalan wajah semakin banyak diterapkan. Misalnya, saat proses pendaftaran seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang menggunakan teknologi ini. Bahkan Face Recognition juga akan dipasang di Bandara Soekarno-Hatta.

Teknologi pengenalan wajah sebenarnya sudah banyak diterapkan pada berbagai sistem keamanan. Misalnya digunakan sebagai alat identifikasi, teleconference, keamanan gedung, dan ATM. Termasuk untuk membuka kunci layar dan berbagai aplikasi di ponsel.

Teknologi ini digunakan secara massal pada tahun 2021 di Super Bowl 2001. Dalam hal itu, seluruh pengunjung yang hadir dipindai wajahnya menggunakan kamera CCTV khusus. Dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan dan mempermudah penangkapan pelaku kejahatan yang beraksi dalam peristiwa tersebut.

Dilansir dari laman ojs.unud.ac.id, pengenalan wajah merupakan teknologi biometrik yang banyak digunakan untuk sistem keamanan. Dimana sistem ini menggunakan webcam untuk menangkap gambar wajah manusia. Kemudian hasil capture tersebut akan dibandingkan dengan citra wajah yang telah disimpan sebelumnya. Pada face matching ini terdapat dua bagian pengujian yaitu False Acceptance Rate (FAR) dan False Rejection Rate (FRR).

Dalam istilah yang lebih sederhana, cara kerja pengenalan wajah mirip dengan sidik jari. Namun, dalam pengenalan wajah, objeknya adalah wajah. Adapun cara kerjanya, terlebih dahulu teknologi pengenalan wajah yang terpasang pada kamera akan memindai wajah. Dimana scan ini akan menyimpan data dari bentuk mulut, hidung, bibir, rahang, mata, hingga ukuran wajah, dan lain sebagainya secara detail. Setelah itu, data pemindaian wajah akan disimpan di server khusus yang memiliki teknologi pengenalan wajah.

Nantinya, saat kamera yang menyimpan data pengguna memindai wajah, kamera bisa mengidentifikasi siapa orang tersebut berdasarkan data yang sudah tersimpan di database. Sedangkan jika data seseorang belum tersimpan di database, wajahnya tidak akan dikenali.

Penggunaan face recognition dinilai dapat menjamin data pribadi dengan sistem keamanan yang lebih baik. Karena sistem biometrik akan memverifikasi data yang menempel pada tubuh seseorang, sehingga tidak akan terjadi human error. Selain itu, teknologi ini juga mudah diintegrasikan dengan sistem, sehingga secara otomatis dapat mengidentifikasi data dengan mudah.

Namun, teknologi ini juga memiliki kekurangan. Misalnya, mengenai privasi orang yang wajahnya telah dipindai atau yang datanya telah disimpan dalam database. Dikhawatirkan data tersebut akan disalahgunakan dan dijual. Hal ini tentunya merupakan tindakan yang melanggar hukum dan melanggar hukum.

Selain itu, pengenalan wajah biasanya dirancang untuk beroperasi dari jarak jauh tanpa persetujuan dari orang yang diidentifikasi. Ini berisiko karena seseorang tidak dapat mencegah atau menolak upaya identifikasi. Apalagi jika teknologi tersebut digunakan untuk memindai secara diam-diam.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *