Keterampilan Digital Adalah Persyaratan untuk Menciptakan Ruang Digital yang Produktif : Kabargadget techno

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai keterampilan digital dan pendekatan “restorative justice” menjadi hal utama dalam penegakan hukum untuk menciptakan ruang digital yang produktif.

“Kalau (dari segi) hukum ada KUHP di ruang fisik, maka diperlukan juga KUHP di ruang digital yang mengatur dan mengatur setiap kegiatan di ruang digital. Kami selalu mengutamakan penegakan hukum, tapi di Saat ini bagi masyarakat kita membutuhkan pendekatan restorative justice sebelum ultimum remedium ditetapkan,” kata Johnny, dikutip dari siaran pers, Kamis.

Menteri Perhubungan

Keterampilan digital adalah salah satu tantangan dalam ruang digital yang produktif. Oleh karena itu, kementerian melakukan berbagai program keterampilan digital mulai dari tingkat dasar, menengah hingga lanjutan.

Keterampilan digital tingkat dasar diberikan melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital, tahun ini menargetkan 12,5 juta peserta, baik peserta umum maupun usaha mikro, kecil dan menengah.

“Saat ini ada sekitar 64 juta UMKM dan mendukung 60 persen dari PDB nasional, tetapi sangat sedikit yang sudah digital on boarding. Sudah lebih dari 15 juta (UMKM onboarding) hingga akhir tahun 2021, kami berharap pada 2024 separuh UMKM kita memiliki digital onboarding dan skill up,” kata Johnny.

Program Beasiswa Digital Talent ditujukan untuk keterampilan digital tingkat menengah, Kominfo membuka kuota sekitar 100.000 peserta setiap tahun untuk program ini.

Keterampilan yang diajarkan dalam program ini meliputi cloud computing, big data, internet of things, virtual reality dan augmented reality.

Tahun depan, Kominfo menargetkan pelatihan ini dapat diikuti 200.000 peserta, khususnya generasi milenial.

“Bagi generasi milenial Indonesia, anak-anak kita sudah lulus SMA atau sederajat dan para lulusan baru mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 perguruan tinggi, melibatkan seluruh pemerintah provinsi dan daerah agar anak-anak kita juga menguasai keterampilan internet,” kata Johnny.

Kebutuhan akan keterampilan digital lanjutan ditindaklanjuti dengan program Digital Leadership Academy, tahun ini dibuka untuk 300 peserta yang merupakan leader di sektor publik dan swasta.

Pemerintah bekerjasama dengan National University of Singapore, Tsinghua University, University of Oxford dan Harvard Kennedy School untuk program Digital Leadership Academy.

Baca juga: Forum Digital Indonesia Bisa Percepat Kemajuan Pendidikan

Lulusan program ini diharapkan mampu membuat kebijakan digital baik di sektor publik maupun swasta.

(DRM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *