Kenali Deepfake, Teknologi Penggantian Wajah yang Sering Disalahgunakan

AKURAT.CO, Dalam beberapa hari terakhir, video berdurasi 61 detik yang memperlihatkan seseorang yang diduga mirip dengan artis Nagita Slavina telah dibagikan secara luas.

Artis yang biasa disapa Gigi ini diketahui menjadi korban video deepfake.

Video tersebut memperlihatkan adegan tidak senonoh, di mana pelakunya memiliki wajah yang mirip dengan dirinya.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap video yang beredar dan telah memastikan bahwa video yang mirip dengan artis tersebut adalah hasil rekayasa.

Hal ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan teknologi semakin mengkhawatirkan.

Secara khusus, penyalahgunaan teknologi deepfake yang dapat digunakan untuk membuat video palsu.

Apalagi teknologi ini dinilai mudah dibuat dan dibagikan, sehingga bisa menimbulkan masalah serius.

Deepfake sendiri merupakan proses rekayasa audio, video, dan visual yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Penerapan deepfake ini, sebenarnya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada filter video atau foto di Instagram.

Selain itu, deepfake juga sering digunakan dalam proses pembuatan film.

Lewat teknologi yang bisa memanipulasi wajah ini, hoax bisa terlihat lebih nyata. Bahkan deepfake juga merupakan ancaman kejahatan yang paling nyata dari penggunaan AI.

Selain Nagita Slavina, ada banyak tokoh masyarakat yang juga menjadi korban Deepfakes. Misalnya Donald Trump, Vladimir Putin dan Kim Jong-un, Barack Obama, hingga Mark Zuckerberg.

Jika digunakan tanpa pengawasan, teknologi deepfake berpotensi mengancam reputasi, citra, dan kredibilitas seseorang.

Apalagi jika deepfake yang dihasilkan terlihat nyata dan mirip dengan aslinya. Deepfake yang sudah menyebar tentu bisa mengancam posisi dan pekerjaan seseorang.

Deepfake pertama kali diperkenalkan pada tahun 2017. Ini adalah teknik rekayasa yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Deepfakes bekerja dengan menggabungkan gambar atau video asli dengan gambar atau video yang ingin Anda manipulasi.

Beberapa perangkat lunak dapat digunakan untuk membuat deepfake. Namun, untuk bisa menghasilkan deepfake yang bagus tidaklah mudah.

Pasalnya, selain membutuhkan perangkat kelas atas, juga membutuhkan keahlian tersendiri. Sehingga video yang dihasilkan bisa sempurna dan terhindar dari cacat visual.

Sebelumnya, untuk mengenali deepfake bisa dilakukan dengan cukup mudah. Sebab, wajah deepfake tidak bisa berkedip secara normal.

Dimana video deepfake biasanya menampilkan orang dengan mata terbuka tanpa berkedip normal.

Ini karena algoritma AI tidak dilengkapi dengan flash deep learning.

Seiring berkembangnya teknologi, video deepfake sudah bisa menunjukkan orang berkedip.

Dengan begitu, untuk bisa membedakan sebuah video apakah deepfake atau bukan, dibutuhkan kejelian untuk memperhatikan kedipan.

Selain itu, untuk mengenali video deepfake bisa dilihat dari beberapa detail. Misalnya pada rambut.

Anda dapat melihat bagian untaian yang terlihat di pinggiran. Biasanya bagian ini sulit untuk dibuat dengan baik oleh deepfake.[]



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *