Inilah langkah-langkah yang dilakukan PLN untuk mempercepat transisi energi bersih

AKURAT.CO Dalam upaya mencapai target netralitas karbon di Indonesia, PT PLN (Persero) mempercepat konversi kendaraan dari bahan bakar minyak ke listrik.

Langkah ini juga dilakukan untuk mempercepat transisi energi bersih, mengurangi impor dan subsidi bahan bakar minyak, serta menghemat devisa negara.

“Konversi ini juga menjadi salah satu langkah kita untuk lebih mandiri dalam ketahanan energi, karena kita sedang bergerak dari energi berbasis impor ke energi berbasis domestik,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Sabtu. 25/6).

baca juga:

Ia juga mengatakan, tahun ini PLN telah menyiapkan 400 unit motor listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional. Ini juga salah satu cara untuk mengkampanyekan motor listrik kepada masyarakat.

Menurutnya, sepeda motor listrik tersebut berlogo PLN dan Kementerian ESDM, sehingga kendaraan tersebut akan banyak dilihat oleh masyarakat. Semakin tinggi permintaan, semakin rendah biaya konversi.

Dengan menggunakan kendaraan listrik dapat mengurangi emisi karbon. Mengingat salah satu penyumbang emisi karbon terbesar saat ini berasal dari sektor transportasi.

“Emisi 1 liter BBM lebih rendah dari listrik, emisi karbonnya lebih rendah dari listrik. Untuk itu, kami sangat mendukung program ini sebagai salah satu langkah pengurangan emisi karbon,” tambah Darmawan.

Selain terlibat aktif dalam konversi motor bahan bakar menjadi motor listrik, PLN juga memastikan ketersediaan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kendaraan listrik di Indonesia.

Dukungan PLN melalui penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan melalui stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), stasiun pertukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Rumah.

Hingga Mei 2022, PLN telah menyediakan 90 unit SPBKLU untuk memudahkan pemilik motor listrik melakukan pengisian daya. Sedangkan untuk SPKLU, PLN menghadirkan 129 unit SPKLU yang terdiri dari SPKLU Fast Charging dan Ultra Fast Charging yang tersebar di 98 titik.

“Tahun ini kami mengalokasikan dana untuk menambah 40 unit SPKLU untuk memudahkan masyarakat mengisi kendaraan listriknya,” kata Darmawan.

PLN juga sudah lama membangun Stasiun Penyediaan Tenaga Listrik (SPLU) di titik-titik publik yang strategis. Perusahaan juga memberikan banyak insentif berupa diskon penambahan daya bagi pemilik kendaraan listrik dan diskon 30 persen untuk konsumsi listrik pada malam hari.

Langkah yang diambil PLN ini sebagai upaya mendukung penurunan emisi dan memberikan kehidupan yang lebih baik.

Di sela-sela forum Energy Transition Working Group (ETWG) G20 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (24/6), PLN menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina untuk mempercepat konversi sepeda motor. dibuat dari bahan bakar minyak menjadi motor listrik.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PLN, Pertamina dan Kementerian ESDM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial mengatakan pemerintah terus menggenjot penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di dalam negeri. Targetnya adalah memiliki 6 juta motor listrik yang beroperasi pada tahun 2025.

“Kami sangat mendorong konversi ini. Melalui kerja sama yang disepakati hari ini, diharapkan target 6 juta sepeda motor listrik di Indonesia pada 2025 dapat segera terpenuhi,” kata Ego.

Tahun ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan mengkonversi 1.000 unit motor BBM menjadi motor listrik. Ditargetkan akan ada 13 juta motor listrik dari motor listrik baru dan hasil konversi pada tahun 2030.

Ego berharap program ini dapat menjadi daya tarik untuk mendorong tumbuhnya industri kendaraan bermotor listrik mandiri di Indonesia. Selain itu, meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik juga dapat meningkatkan daya saing industri dalam negeri.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *