Gugus Tugas COVID-19 Desak Pengelola Pariwisata Berhati-hati untuk Melindungi

Senin, 15 November 2021 – 23:54 WIB

Kabargadget – Memasuki akhir tahun 2021, pemerintah terus menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia. Pasalnya, bercermin pada libur Natal dan Tahun Baru 2020, libur akhir tahun diprediksi akan meningkatkan mobilitas penduduk dan berisiko menularkan virus corona.

Beberapa di antaranya adalah penumpukan pengunjung di tempat-tempat wisata. Terkait hal tersebut, pemerintah mengimbau kepada pengelola lokasi wisata untuk mengantisipasi peningkatan pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sementara itu, cara yang dilakukan adalah dengan membentuk Satgas Protokol Kesehatan yang bertugas mengawasi aktivitas pengunjung dan menegakkan protokol kesehatan. Selain itu, pengelola lokasi wisata memastikan penggunaan aplikasi Pedul iLindung diterapkan sebagai platform penyaringan pengunjung untuk prasyarat memasuki lokasi wisata.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, petugas wajib menolak pengunjung masuk kawasan wisata jika pengunjung menolak menggunakan aplikasi Peduli Protect.

“Jika ada pengunjung yang menolak menggunakan aplikasi Peduli Protect, petugas wajib menolak pengunjung masuk ke areanya. Pengunjung juga diharapkan proaktif memantau penggunaan aplikasi Peduli Protect di area yang dikunjunginya,” kata Wiku, baru-baru ini. .

Aplikasi Perlindungan Perawatan

Di sisi lain, untuk mengakses Peduli Protect yang merupakan aspek penting untuk mobilisasi di era pandemi, Traveloka juga berinisiatif mendukung upaya pemerintah dalam menangani pandemi di tanah air, salah satunya dengan melakukan penelusuran (pelacakan) dan pelacakan (pelacakan) yang ketat dan terstruktur, salah satunya adalah fitur Safe Entrance dari aplikasi PeduliLindung yang dapat digunakan dalam aplikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *