Kamu bosan menabung untuk game AAA yang harganya bisa menyentuh sejuta rupiah, tapi ternyata tidak sesuai ekspektasi? Atau mungkin kamu sedang mencari pengalaman bermain yang intens dan padat, tanpa perlu berkomitmen puluhan jam seperti RPG epik yang menyita waktu akhir pekan? Di tengah derasnya rilis blockbuster, game indie sering kali menjadi oase yang menyegarkan.
- Diskon 70 persen berlaku hingga 24 Juni 2026, membuat harganya hanya sekitar Rp 95 ribu
- Mengantongi rating 85 persen positif dari lebih 5.000 ulasan pemain di Steam
- Mengusung perpaduan survival-action dengan manajemen inventaris alih-alih ability-gating tradisional
- Dikembangkan oleh studio asal Korea Selatan, ALTARI GAMES, dan diterbitkan oleh DANGEN Entertainment
- Gaya visual pixel art dengan efek pencahayaan modern yang kerap disandingkan dengan Dead Cells dan Noita
Bukan Metroidvania Murni, Justru Itu yang Membuatnya Unik

Selama ini, banyak pemain dan kurator Steam melabeli Lost Ruins sebagai game Metroidvania. Faktanya, definisi itu kurang tepat. Game ini tidak memiliki sistem ability-gating, yaitu mekanisme membuka area baru menggunakan kemampuan yang didapat sepanjang permainan. Sebaliknya, Lost Ruins mengarah ke jalur yang lebih linear.
Justru di sinilah daya tarik sesungguhnya muncul. Lost Ruins lebih pas disebut sebagai survival action game dengan atmosfer Metroidvania. Kamu tidak akan dipusingkan dengan backtracking rumit atau lupa jalan karena berbulan-bulan tidak menyentuh game. Pengalaman yang ditawarkan lebih langsung dan intens, cocok buat para pekerja kreatif atau keluarga muda yang ingin sesi gaming singkat namun memuaskan di sela rutinitas.
Manajemen Inventaris, Bukan Sekadar Naik Level

Arah naratif game ini mengikuti seorang perempuan amnesia yang dipanggil ke sebuah dungeon misterius. Beatrice, seorang penyihir misterius, memberitahunya bahwa mengalahkan monster-monster milik Dark Lady adalah kunci memulihkan ingatannya. Premis yang sederhana, namun eksekusinya justru yang membuat Lost Ruins punya tempat tersendiri di hati para pemainnya.
Sistem pertarungannya tidak bergantung pada peningkatan level karakter dari waktu ke waktu. Sebagai gantinya, kamu akan sibuk bertukar senjata, sihir, dan item di tengah pertempuran. Pendekatan berbasis manajemen inventaris ini menawarkan ritme bermain yang berbeda dari kebanyakan action-platformer. Sebuah sesi bermain penuh bisa dituntaskan dalam 5 hingga 7 jam saja, dengan beragam akhir cerita yang terbuka berdasarkan quest yang kamu selesaikan.
Visual Pixel Art yang Melampaui Ekspektasi Game Indie
Satu aspek yang langsung mencuri perhatian adalah presentasi visualnya. ALTARI GAMES secara cerdas memadukan seni piksel klasik dengan efek pencahayaan modern. Hasilnya, tampilan grafis Lost Ruins mampu berdiri sejajar dengan game indie kenamaan seperti Dead Cells dan Noita, setidaknya menurut banyak ulasan pemain. Untuk studio dengan skala produksi terbatas, pencapaian ini cukup impresif.
Harga Diskon dan Catatan Sebelum Membeli
Dengan potongan harga 70 persen, Lost Ruins kini dibanderol sekitar Rp 95 ribu (harga asli $5,99 di Steam), menyamai titik harga terendah sepanjang sejarahnya. Game ini berjalan di Windows, macOS, dan Linux. Namun, ada beberapa kompromi yang perlu kamu pertimbangkan sebelum menekan tombol beli.

Pertama, pertarungan bisa terasa repetitif setelah beberapa jam bermain. Kedua, keseimbangan tingkat kesulitannya kadang tidak merata, terutama jika kamu nekat memilih mode difficulty yang lebih tinggi. Mode sulit memang tersedia bagi mereka yang mencari tantangan ekstra, tetapi ketidakseimbangan ini cukup terasa pada beberapa titik permainan. Jika kamu menginginkan game dengan variasi combat yang terus berkembang atau sistem progression karakter yang dalam, Lost Ruins mungkin bukan pilihan yang paling pas.
Sumber: Notebookcheck
