Bukan untuk Wisatawan dari India

Senin, 3 Mei 2021 – 17:47 WIB

Kabargadget – Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata secara tegas menyatakan akan menutup akses penerbangan dari India ke Indonesia. Sedangkan pembukaan Travel Corridor Arrangement di Bali pada Juni-Juli masih sesuai rencana.

Penutupan akses penerbangan dan warga negara India dilakukan sebagai langkah antisipasi penularan COVID-19, terutama dengan varian baru.

“Ini langkah antisipatif kita dan kita sudah koordinasikan dan sampaikan pesan yang jelas bahwa ini langkah yang sangat-sangat perlu agar kita tidak membuka peluang potensi risiko penularan COVID-19, apalagi dengan varian baru,” ujar Menkeu. Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin. Uno dalam Konferensi Pers Mingguan virtual, Senin 3 Mei 2021.

Ia menambahkan, “Untuk bulan Juni-Juli masih sesuai target, namun pembahasan penataan koridor perjalanan dari informasi yang kami terima sedang dalam tahap finalisasi.”

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis, R Kurleni Ukar menjelaskan, pembukaan Penataan Koridor Perjalanan yang direncanakan Juni-Juli tidak dilakukan sembarangan. Pembukaan kembali perbatasan dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan data dan fakta di lapangan.

“Kita semua berjuang untuk mencapai target tetapi kita selalu berpikir bahwa pembukaan didasarkan pada fakta dan data. Jadi kita pantau apakah bisa atau tidak, jadi kita ingin gegabah membuka perbatasan jika kita tidak siap, ” dia berkata.

Selain itu, Nike sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa pemerintah daerah dan pelaku pariwisata perlu bersiap-siap saat perbatasan dibuka kembali agar tidak terjadi peningkatan kasus di dalam negeri dari turis asing yang masuk ke Tanah Air.

“Yang terpenting kesiapan industri dan pemerintah daerah sendiri bagaimana mengatur nanti wisatawan yang datang ke daerah bisa dulu tidak membawa COVID-19 dan tidak terpengaruh COVID-19 di Indonesia,” ujarnya.

Vaksinasi pelaku usaha

Seringkali dengan rencana pembukaan Pengaturan Koridor Perjalanan di Bali pada Juni-Juli, Sandiaga mengatakan pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi serta mendorong percepatan vaksinasi di Bali.

Sandi menjelaskan, ditargetkan sebanyak 2 juta orang Bali divaksinasi COVID-19 pada pertengahan 2021. Vaksinasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan di destinasi tersebut.

Selain itu, di tengah pandemi seperti ini pemerintah terus mendorong Cl . sertifikasikejantanan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) adalah sejumlah lokasi wisata. Tahun ini ditargetkan total ada 12.000 CHSE yang tersertifikasi hingga akhir tahun 2021.

“Sertifikasi CHSE ini memberikan rasa aman dan nyaman tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga pelayan dan pemilik usaha pariwisata. CHSE ini mengacu pada protokol kesehatan Kementerian Kesehatan dan badan pariwisata dunia UNWTO. standar emas yang harus dicapai setiap pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *