BNPB melaporkan 39 orang tewas akibat bencana Gunung Semeru


Ada 6.022 korban selamat yang tersebar di 115 titik evakuasi

Jakarta (Kabargadget) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 39 orang meninggal dunia akibat awan panas dan longsoran Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Data korban meninggal per hari tercatat 39 orang meninggal dunia dan 13 orang hilang,” kata Abdul Muhari, Pj Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Aam mengatakan petugas di lapangan masih terus mengidentifikasi dan memverifikasi jenazah.

Sedangkan untuk pencarian korban hilang, tim SAR gabungan menargetkan enam hari ke depan dengan fokus di wilayah Desa Renteng, Desa Sumberwuluh dan Desa Kobokan Curah.

Selain itu, jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru bertambah pada Kamis.

Baca juga: Jokowi Beri santunan kepada keluarga korban meninggal akibat Semeru

Baca juga: TNI Tambah Alat Berat Bantu BNPB Sisir Korban Erupsi Gunung Semeru

“Data Posko Tanggap Darurat (Posko) Awan Panas dan Air Terjun Gunung Semeru pada Rabu (8/12) melaporkan ada 6.022 korban selamat yang tersebar di 115 posko pengungsian,” kata Aam.

Posko terus mengupdate data warga terdampak dan warga yang mengungsi di Kabupaten Lumajang, Malang, dan Blitar.

Sebaran korban selamat terbanyak terdapat di Kecamatan Candipuro sebanyak 2.331 orang, sedangkan di Kecamatan Pasirian 983 orang, Pronojiwo 525, Tempe 554, Sumbersuko 302, Lumajang 271, Pasrujamber 212, Sukodono 204, Kunir 127, Tekung 67, Senduro 66, Padang 62, Jatiroto 59, Kedungjajang 50, Klakah 45, Yosowilangun 40, Rowokangkung 37, Ranuyoso 26, Randuagung 24, Tempusari 23 dan Gucialit 14.

Dalam rapat koordinasi Posko yang digelar hari ini, sejumlah pelayanan dasar menjadi perhatian petugas di lapangan untuk dioptimalkan. Misalnya, pengoperasian dapur umum untuk meningkatkan kapasitas memasak, kebutuhan toilet portabel dan ruang yang lebih nyaman bagi para penyintas, katanya.

Mengenai peruntukan tempat pengungsian, Posko masih mengidentifikasi fasilitas pendidikan yang aman dan dapat digunakan untuk pemindahan para penyintas, tambahnya.

Selain pengungsian, erupsi juga berdampak pada aset masyarakat, seperti rumah warga dan ternak. Data sementara mencatat 2.970 rumah terdampak dan 3.026 hewan ternak, dengan rincian 764 sapi, 684 kambing, dan 1.578 unggas lainnya.

Sementara itu, data sementara fasilitas umum (fasum) yang terdampak meliputi 42 sarana pendidikan, 17 sarana ibadah, satu sarana kesehatan, dan satu jembatan rusak.

Baca juga: Presiden Jokowi Konfirmasi Penyaluran Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

Baca juga: BNPB Utamakan Keselamatan Warga Korban Erupsi Gunung Semeru

Reporter: Devi Nindy Sari Ramadhan
Zita Meirina
HAK CIPTA © Kabargadget 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *