Phantom Blade Zero Tunda Jadwal Rilis Demi Optimasi Performa Maksimal

14 Jun, 2026 2 min read
Pengembang Phantom Blade Zero resmi menggeser jadwal rilis ke 29 Oktober. Penundaan ini fokus pada optimasi performa agar game lancar di berbagai perangkat.
Phantom Blade Zero Tunda Jadwal Rilis Demi Optimasi Performa Maksimal

Bagi para penggemar game aksi dengan gaya bela diri yang intens, penantian terhadap Phantom Blade Zero menjadi momen yang cukup menguji kesabaran. S-Game selaku pengembang baru saja mengumumkan pergeseran jadwal peluncuran dari yang semula direncanakan pada 9 September menjadi 29 Oktober. Keputusan ini memicu berbagai spekulasi di kalangan komunitas, terutama terkait kedekatan waktu rilis dengan judul besar lainnya yang akan hadir di bulan November.

Fokus Penuh Pada Kualitas Produk

Banyak pihak sempat menduga bahwa perubahan jadwal ini merupakan strategi pemasaran untuk menghindari persaingan ketat di pasar. Namun, CEO S-Game, Qiewi Soulframe Liang, secara tegas membantah anggapan tersebut. Menurutnya, keputusan untuk menunda perilisan hampir sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan pengembangan internal untuk memastikan kualitas permainan berada di level terbaik.

Liang menekankan bahwa tim pengembang tidak terlalu memikirkan jadwal peluncuran game kompetitor di sekitar jendela rilis mereka. Prioritas utama S-Game adalah memastikan setiap elemen permainan sudah terpoles dengan baik. Dengan waktu tambahan selama beberapa minggu, tim dapat melakukan perbaikan bug dan optimasi mendalam, sehingga pemain tidak perlu direpotkan dengan unduhan patch besar pada hari pertama perilisan.

Tantangan Optimasi Hardware

Salah satu kendala teknis yang menjadi perhatian utama S-Game adalah keterbatasan memori dan tantangan pada perangkat keras. Mengingat Phantom Blade Zero dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5 yang sangat detail, pengembang ingin memastikan pengalaman bermain yang tetap nyaman dan stabil. Target ambisius mereka adalah membuat game ini dapat berjalan dengan optimal bahkan pada perangkat portabel seperti Steam Deck.

Analisis Penggunaan: Dengan kompleksitas visual yang ditawarkan Unreal Engine 5, optimasi untuk perangkat portabel seperti Steam Deck memerlukan penyesuaian intensif pada manajemen sumber daya sistem. Pengguna yang berencana memainkan game ini pada perangkat dengan spesifikasi terbatas mungkin perlu memperhatikan konfigurasi grafis agar tetap mendapatkan frame rate yang stabil saat adegan aksi berlangsung cepat.

S-Game menyadari bahwa harga perangkat keras yang cenderung meningkat belakangan ini membuat banyak pemain menunda rencana peningkatan PC mereka. Oleh karena itu, pengembang berkomitmen untuk menghadirkan game yang dapat diakses oleh sebanyak mungkin pemain tanpa harus mengorbankan kualitas visual maupun performa permainan secara drastis itu sendiri. Langkah ini diambil agar komunitas tetap mendapatkan pengalaman aksi yang memuaskan terlepas dari keterbatasan perangkat yang digunakan.

Referensi: S-Game | NotebookCheck