Persaingan di industri kamera vlogging genggam kini memasuki babak baru yang sangat sengit. Tidak lama setelah peluncuran produk terbaru yang berkolaborasi dengan Leica, dua raksasa teknologi kamera saku kini terlibat dalam perseteruan hukum yang memanas di Amerika Serikat.
- Insta360 meluncurkan kamera gimbal ganda Luna Ultra seharga Rp11.900.000.
- DJI langsung melayangkan gugatan hukum atas dugaan pelanggaran paten desain seri Osmo Pocket.
- Insta360 membalas dengan menuntut balik DJI atas pelanggaran lima paten stabilisasi video.
Saling Gugat Teknologi Stabilisasi dan Desain Kamera

Perseteruan ini bermula saat Insta360 merilis Luna Ultra ke publik. DJI merespons cepat dengan mendaftarkan gugatan hukum di Pengadilan Distrik Texas Timur pada hari yang sama. DJI menuduh bahwa lini terbaru tersebut meniru elemen desain dan paten kegunaan dari seri gimbal pocket DJI yang sudah sangat populer di kalangan kreator konten.
Tidak tinggal diam, Insta360 melancarkan serangan balik dua hari kemudian. Produsen kamera aksi tersebut menuduh DJI melanggar lima paten kegunaan milik mereka. Paten yang disengketakan mencakup teknologi krusial seperti sistem stabilisasi gimbal, kontrol arah, penstabil kamera yang mulus, overlay telemetri, hingga stabilisasi video panorama.
Spesifikasi Premium Kamera Dual Lens Kolaborasi Leica

Luna Ultra sendiri merupakan perangkat kelas atas yang membawa sejumlah peningkatan teknologi signifikan hasil kolaborasi bersama Leica. Bagi pengguna yang membutuhkan kualitas visual tinggi, kamera saku premium ini dirancang untuk merekam momen dengan detail yang sangat tajam.
Berikut adalah beberapa spesifikasi utama yang diusung oleh kamera saku premium ini:
- Resolusi Video: Perekaman video hingga resolusi 8K
- Fitur Slow-Motion: Perekaman lambat 4K pada 120fps
- Desain Layar: Layar sentuh OLED yang dapat dilepas pasang
- Sistem Stabilisasi: Teknologi penstabil gambar tingkat lanjut
Analisis Penggunaan dan Komparasi Kompetitor
Dengan konfigurasi lensa ganda dan kemampuan perekaman 8K, kamera ini sangat ideal bagi videografer profesional yang membutuhkan fleksibilitas tinggi tanpa harus membawa peralatan berat. Namun, layar OLED modular dan fitur pemrosesan video resolusi tinggi ini tentu membutuhkan konsumsi daya baterai yang lebih besar, sehingga pengguna mungkin perlu menyiapkan baterai cadangan untuk sesi syuting yang panjang.
Jika dibandingkan dengan DJI Osmo Pocket 3 yang menjadi pesaing terdekatnya, produk terbaru Insta360 ini menawarkan keunggulan pada sektor lensa ganda dan modularitas layar. Sementara itu, DJI masih unggul dalam hal ekosistem aksesori audio nirkabel yang sudah sangat matang dan terintegrasi dengan baik.
Sengketa Hukum dan Ketersediaan Produk Global
Pendiri Insta360, JK Liu, menegaskan bahwa inovasi produk mereka merupakan hasil riset mandiri yang telah berjalan sejak tahun 2020. Langkah hukum DJI dinilai sebagai bentuk kekhawatiran terhadap persaingan produk yang semakin ketat di pasar global.
Meskipun sedang menghadapi tuntutan hukum, penjualan perangkat ini dilaporkan tetap berjalan lancar. Di pasar global, kamera ini dibanderol dengan harga sekitar Rp11.900.000 (770 dolar AS) dan langsung menempati posisi teratas dalam kategori camcorder di platform e-commerce global pada hari pertama peluncurannya.
Referensi: Insta360 | Gizmochina

