Harga Smartphone Naik Akibat Biaya Komponen RAM dan Storage Melonjak

15 Jun, 2026 3 min read
Harga smartphone kini melonjak karena biaya RAM dan storage naik dua kali lipat. Konsumen disarankan membeli perangkat sekarang sebelum harga semakin mahal.
Harga Smartphone Naik Akibat Biaya Komponen RAM dan Storage Melonjak

Rencana mengganti perangkat dalam waktu dekat mungkin perlu dipertimbangkan kembali. Kondisi pasar saat ini menunjukkan adanya tren kenaikan harga yang cukup signifikan pada perangkat seluler. Penyebab utamanya adalah lonjakan biaya komponen memori yang kini menjadi beban produksi paling besar bagi produsen.

  • Harga RAM dan storage kini menyumbang lebih dari separuh total biaya produksi sebuah ponsel.
  • Biaya komponen memori mengalami kenaikan dua kali lipat sejak tahap pengembangan hingga peluncuran perangkat.
  • Kenaikan harga komponen dipicu oleh permintaan tinggi akibat tren kecerdasan buatan atau AI.
  • Konsumen disarankan untuk melakukan pembelian sekarang sebelum harga berpotensi naik lebih jauh.

Pergeseran Biaya Produksi Smartphone

Tampilan visual komponen smartphone yang kini mengalami kenaikan biaya produksi
Komponen memori kini menjadi beban biaya produksi terbesar bagi produsen smartphone. (Photo: Istimewa)

CEO Nothing, Carl Pei, mengungkapkan realitas pahit di balik layar industri perangkat seluler. Melalui unggahan di media sosial, ia menjelaskan bahwa RAM dan storage kini mengambil porsi terbesar dalam bill of materials atau total biaya material sebuah produk. Fenomena ini memaksa produsen untuk mengambil keputusan sulit terkait harga jual akhir ke konsumen.

Sebagai contoh, biaya memori untuk Nothing Phone (4a) tercatat melonjak dua kali lipat sejak awal proyek hingga masa peluncuran. Situasi tersebut diperparah dengan harga komponen yang terus merangkak naik setelah produk beredar di pasar. Keterbatasan kuota dari pemasok membuat produsen harus bersaing ketat dan membayar harga premium demi mendapatkan stok yang dibutuhkan.

Dampak Bagi Konsumen

Jajaran perangkat teknologi yang terdampak kenaikan harga komponen
Berbagai merek besar menghadapi tantangan serupa dalam menjaga stabilitas harga produk. (Photo: Istimewa)

Sejak Februari, banyak perangkat baru meluncur dengan harga sekitar Rp1.570.000 lebih mahal dibandingkan generasi pendahulunya. Kondisi ini membuat promo diskon besar yang biasanya dinanti konsumen menjadi semakin sulit ditemukan. Lonjakan harga DRAM yang mencapai 10 hingga 30 persen akibat permintaan chip untuk AI menjadi faktor krusial yang menekan margin keuntungan produsen.

Carl Pei menyarankan agar mereka yang berencana melakukan pembaruan perangkat untuk tidak menunda terlalu lama. Menunggu waktu yang lebih lama justru berisiko membuat konsumen harus membayar lebih mahal atau kehilangan kesempatan mendapatkan harga yang lebih bersahabat saat ini.

Tantangan Industri dan Efek Domino

Tantangan ini tidak hanya dirasakan oleh satu jenama saja. Berbagai produsen besar seperti Samsung, Xiaomi, dan Google juga menghadapi kendala serupa dalam menjaga stabilitas harga produk mereka. Perangkat di segmen harga terjangkau hingga kelas menengah menjadi yang paling terdampak oleh kenaikan biaya komponen memori ini.

Efek domino dari kenaikan harga komponen ini pun mulai merembet ke lini produk lain di luar ponsel. Sebagai gambaran, perangkat laptop seperti Lenovo ThinkBook 16 dengan prosesor AMD Ryzen 5 7535HS terpantau mengalami kenaikan harga hampir dua kali lipat dibandingkan posisi harga pada Januari 2026. Hal ini menegaskan bahwa sektor teknologi secara luas sedang mengalami tekanan biaya produksi yang cukup berat.

Referensi: Nothing | Gizmochina